Saturday, 19 November 2016

Macam - macam Ta' (ت)

Ta' dalam bahasa Arab ada 2,Yaitu Ta maftuuhah (ت) dan Ta marbuthoh (ة).
    1. Ta maftuuhah dibagi mnjadi beberapa jenis yaitu:
  • Ta’ Fail untuk Mutakallim, Ta’ berharkat Dhommah contoh:
    ضَرَبْتُ مُحَمَّدًا artinya = Aku telah memukul Muhammad
  • Ta’ Fail untuk Mukhatab, Ta’ berharkat Fathah contoh:
    ضَرَبْتَ زَيْداً artinya = Engkau (seorang laki-laki) telah memukul Zaid.
  • Ta’ Fail untuk Mukhatabah, Ta’ berharkat Kasroh contoh:
    ضَرَبْتِ فَاطِمَةَ artinya = Engkau (seorang perempuan ) telah memukul Fathimah.
  • Ta’ Ta’nits Sukun, Ta’ dalam contoh lafadz اَتَتْ Maksudnya adalah Ta’ Ta’nits yan berharakat Sukun, disebut juga ta' ta'nits sakinah. Contoh: ضَرَبَتْ هِنْدٌ عَائِشَةَ artinya Hindun telah memukul Aisyah.
    2. Ta'nits As Saakinah artinya Ta' penanda Muannats (perempuan). Huruf ini hanya
    masuk pada Fi'il Madhy, dia berfungsi untuk menunjukan bahwa subyek/pelaku dari Fi'il tersebut adalah perempuan.


Sumber: Belajar Bahasa Arab Program BISA

Friday, 18 November 2016

Isim Maushul الاسم الموصول

ISIM MAUSHUL (Kata Sambung) الاسم الموصول
Isim Maushul (Kata Sambung) adalah Isim yang berfungsi untuk menghubungkan beberapa kalimat atau pokok pikiran menjadi satu kalimat.
Dalam bahasa Indonesia, Kata Sambung semacam ini diwakili oleh kata: "yang".
isim maushul ini tidak dapat berdiri sendiri. Ada beberapa isim yang dapat menjadi isim mausul, yaitu: من , ما , serta الذي
Catatan:
Kata مَا bisa merupakan :
- huruf nafiyah, yang berarti "tidak"
- isim maushul, yang berarti "apa yang"
- isim istifham, yang berarti "apa" (kata tanya)
- isim syarath, yang berarti "apa yang" (untuk persyaratan)


Thursday, 17 November 2016

Macam - macam Hamzah

Hamzah, terlihat sepele, namun ternyata benar-benar membuat bingung para pemula. Ada beberapa macam bentuk hamzah dan penulisannya, yaitu:
  • Hamzah Washol همزة الوصل (ا)
  • Hamzah Qot’i (أ, إ) همزة القطع
  • Penulisan Hamzah di tengah kalimat di atas nabroh ya’ (ئ, ئـ)
    كتابة الهمزة المتوسطة على النبرة الياء
  • Penulisan Hamzah di tengah kalimat di atas huruf wawu (ؤ)
    كتابة الهمزة المتوسطة على الواو
  • Penulisan Hamzah ditengah kalimat, sendirian (ء) كتابة الهمزة المتوسطة مفردةً
  • Penulisan Hamzah di akhir kata كتابة الهمزة في آخر الكلمة | المتطرفة.

1. Hamzah Washol همزة الوصل (ا)
  • Hamzah washol terdapat pada kata yang diawali dengan huruf berharokat sukun, agar huruf sukun itu bisa dibaca. Misalnya pada kata اكْتبْ uktub!. Huruf kaff pada kata uktub berharokat sukun. Kalau tidak diberi hamzah washol tidak bisa terbaca. Dan contoh lainnya misalnyaاسْتَمَعَ - اجْتَهَدَ - اسْتَخْرَجَ
  • Hamzah washol ditulis alif (ا) tanpa menambahkan alaamatul qot’i (ء)
  • Hamzah washol, terdapat pada semua jenis kalimat, yaitu pada Isim, Fi'il dan Huruf.
Pada isim, hamzah washol terdapat pada isim isim tertentu yaitu:
اسْمٌ – ابْنٌ – ابْنَةٌ – امْرُؤٌ – امْرَأَةٌ – اثْنَانِ – اثْنَتَانِ
Pada Fiil, hamzah washol terdapat pada
a. Fi'il amr dari fi'il-fiil tsulaasi, khumaasi, dan sudaasi
(فعل الأمر من الفعل الثلاثي و الخماسي و السداسي) Misalnya: اكْتُبْ - اجْتَهِدْ - اسْتَخْرِجْ
b. Fiil Maadhi khumasii dan sudaasi (الفعل الماضي الخماسي و السداسي )
Misalnya: اسْتَمَعَ - اسْتَخْرَجَ
c. Mashdar Khumaasi dan sudaasi (المصدر الخماسي و السداسي )
Misalnya: اسْتِمَاعٌ - اسْتِخْرَاجٌ
Pada Huruf, hamzah washol terdapat pada satu tempat saja yaitu pada alif-lam ta’rif (ال)

2. Hamzah Qot’i (أ,إ) (همزة القطع)
:Hamzah qot’i ditulis dan dilafadzkan pada
a. seluruh isim kecuali 7 isim yang telah disebutkan di hamzah washol tadi.
b. Seluruh huruf kecuali huruf alif-lam ta’rif (ال) tadi
c. Seluruh fi’il kecuali yang telah berlaku di hamzah washol tadi

3. Penulisan Hamzah di tengah kalimat di atas nabroh ya’ (ئ,ئـ)
Contoh: بِاَفْئِدَتِهِمْ - الوِئَامَ - هَيْئَةُ
Hamzah yang terletak di tengah-tengah kata (الكلمة) ditulis di atas nabroh ya’i jika:
a. Ia berharokat kasroh. contoh: أَفْئِدَة
b. Ia berharokat fathah atau dhommah dan huruf sebelumnya berharokat kasroh. Contoh: الوِئَام - نَاشِئُون
c. Ia berharokat fathah dan huruf sebelumnya adalah ya’ sukun. Contoh: هَيْئِة

4. Penulisan Hamzah di tengah Kalimat diatas wawu (ؤ)
Contoh: أَقْرَؤُهم – لِلْمُؤْمِنِيْنَ - الفُؤَادَ
Hamzah yang terletak di tengah-tengah kata dan ditulis di atas huruf waw (و) jika:
a. Jika berharokat dhommah dan huruf sebelumnya berharokat fathah. Misal: أقْرَؤُهُم
b. Jika berharokat dhommah dan huruf sebelumnya sukun. Misal: مَسْؤُول
c. Jika berharokat sukun dan huruf sebelumnya berharokat dhommah. Misal: المُؤْمِنِيْن
d. Jika berharokat fathah dan huruf sebelumnya berharokat dhommah. Misal: فُؤَادٌ

5. Penulisan Hamzah ditengah kalimat, sendirian (ء)
Hamzah terletak di tengah-tengah kata dan ditulis sendirian jika:
a. Jika ia berharokat fathah dan terletak setelah huruf alif sukun. Misal: يَتَسَاءَلُون
b. Jika ia berharokat fathah dan terletas setelah huruf wawu sukun. Misal: مُرُوْءِةٌ
c. Jika setelahnya alif tanwin-nashob dan huruf sebelumnya bukan huruf ya’ sukun. Misal: امْرَءاً

6. Penulisan Hamzah diakhir Kata
a. Hamzah di akhir kalimat, ditulis di atas alif (ا) jika ia didahului huruf yang berharokat fathah. Misal: قَرَأَ
b. Hamzah di akhir kalimat ditulis diatas huruf ya’ jika didahului huruf yang berharokat kasroh. Misal: شَاطِئ
c. Hamzah di akhir kalimat ditulis di atas huruf waw jika didahului huruf yang berharokat dhommah. Misal: الّتَّكافُؤ
d. Hamzah di akhir kalimat ditulis sendirian jika didahului huruf yang berharokat sukun. Misal: المَرْء, جَزَاء, وُضُوْء, شَيْء



Wednesday, 16 November 2016

Perbedaan Sifat Musyabbahah (Isim Sifat) dan Isim Fa'il

Sifat Musyabbahah adalah dari jenis Isim Musytaq, yaitu Isim yang terbentuk dari kata lain dan mempunyai makna yang berbeda dari kata asalnya.

Isim Fa'il adalah dari kalangan IsimMusytaq dan memiliki wazan yang tersendiri.
Sifat Musyabbahah ialah Isim yang menyerupai Isim Fa'il yaitu orang melakukan perbuatan tersebut tetapi sifat musyabbahah lebih tertumpu kepada sifatnya yang tetap. Contoh: عَطْشَانُ artinya orang yang kehausan
Kata عَطْشَانُ adalah dari kalimah عَطَشَ bermakna 'dahaga' atau 'haus', haus adalah sifat. Terdapat beberapa perbedaan antara sifat musyabbahah dengan isim fai'l itu sendiri, nama musyabbahah itu maknanya menyamai, yaitu menyamai Isim Fa'il. Hampir serupa tetapi ada bedanya. Sifat musyabbahah biasanya sifat yang diambil daripada fi’il lazim (fi’il yang tidak memerlukan maf’ul bih). Sifat Musyabbahah menunjukkan pengertian yang disifatkan dengan fi’il secara tetap dan tidak berubah Oleh karena ia adalah sifat yang tetap maka tidak terkait dengan waktu.

Sifat musyabbahah biasanya menggunakan wazan فَعِيْلٌ dan di kamus biasanya juga diawali degan كَانَ
Seperti halnya masdar, sifat musyabbahah pun sifatnya sama'iy. Tidak punya satu rumus baku. Hanya saja kebanyakan wazannya فَعِيْلٌ
Ada 3 ciri Sifat musyabbahah :
1. Sifat musyabahah biasa ny diawali كَانَatau صَارَ (shooro atau kaana)
2. Atau dicari dengan arti, ada kata "yang ...."
Misal "yang baik" "yang mulia" "yang indah" dll
3. Biasanya berwazan
أَفْعَلُ، وفَعْلانُ، وفَعِلٌ، وفعيل



Sumber: Program Bahasa Arab BISA