Showing posts with label Nahwu. Show all posts
Showing posts with label Nahwu. Show all posts

Tuesday, 22 November 2016

Fi'il فعل

Fi’il umumnya dikenal dalam bahasa Indonesia sebagai kata kerja seperti كَتَبَ (telah menulis) dan عَلِمَ (telah mengetahui). Dalam Bahasa Arab, kata kerja ada 3 jenis :
1. Fi’il Madhi (الفِعْلُ المَاضِ)
 Fi’il madhi adalah kata kerja untuk masa lampau yang memiliki arti telah melakukan sesuatu. Contohnya: ‫ كَتَبَ (telah menulis) dan عَلِمَ (telah mengetahui) 

2. Fi’il Mudhari’ (الفِعْلُ المُضَارِعُ) 
 Fi’il mudhari’ adalah kata kerja yang memiliki arti sedang atau akan melakukan. Contohnya: ‫يَكْتُبُ (sedang menulis) atau ‫يَعْلَمُ (sedang mengetahui)

3. Fi’il Amar (الفِعْلُ اﻷَمْرِ)
Fi’il amar adalah kata kerja untuk perintah. Contohnya: اُكْتُبْ (tulislah!) atauاِعْلَمْ (ketahuilah!).

Pembagian fi’il menjadi seperti ini lebih mirip tata bahasa inggris yang mengenal istilah past tense (masa lampau) dan present continous tense (sedang berlangsung). Harus diakui tata Bahasa Arab lebih sesuai dengan tata bahasa Inggris ketimbang bahasa Indonesia. Berikut ini tabel contoh ketiga jenis fi’il untuk berbagai kata kerja:

tabel contoh ketiga jenis fi’il untuk berbagai kata kerja

Thursday, 17 November 2016

Macam - macam Hamzah

Hamzah, terlihat sepele, namun ternyata benar-benar membuat bingung para pemula. Ada beberapa macam bentuk hamzah dan penulisannya, yaitu:
  • Hamzah Washol همزة الوصل (ا)
  • Hamzah Qot’i (أ, إ) همزة القطع
  • Penulisan Hamzah di tengah kalimat di atas nabroh ya’ (ئ, ئـ)
    كتابة الهمزة المتوسطة على النبرة الياء
  • Penulisan Hamzah di tengah kalimat di atas huruf wawu (ؤ)
    كتابة الهمزة المتوسطة على الواو
  • Penulisan Hamzah ditengah kalimat, sendirian (ء) كتابة الهمزة المتوسطة مفردةً
  • Penulisan Hamzah di akhir kata كتابة الهمزة في آخر الكلمة | المتطرفة.

1. Hamzah Washol همزة الوصل (ا)
  • Hamzah washol terdapat pada kata yang diawali dengan huruf berharokat sukun, agar huruf sukun itu bisa dibaca. Misalnya pada kata اكْتبْ uktub!. Huruf kaff pada kata uktub berharokat sukun. Kalau tidak diberi hamzah washol tidak bisa terbaca. Dan contoh lainnya misalnyaاسْتَمَعَ - اجْتَهَدَ - اسْتَخْرَجَ
  • Hamzah washol ditulis alif (ا) tanpa menambahkan alaamatul qot’i (ء)
  • Hamzah washol, terdapat pada semua jenis kalimat, yaitu pada Isim, Fi'il dan Huruf.
Pada isim, hamzah washol terdapat pada isim isim tertentu yaitu:
اسْمٌ – ابْنٌ – ابْنَةٌ – امْرُؤٌ – امْرَأَةٌ – اثْنَانِ – اثْنَتَانِ
Pada Fiil, hamzah washol terdapat pada
a. Fi'il amr dari fi'il-fiil tsulaasi, khumaasi, dan sudaasi
(فعل الأمر من الفعل الثلاثي و الخماسي و السداسي) Misalnya: اكْتُبْ - اجْتَهِدْ - اسْتَخْرِجْ
b. Fiil Maadhi khumasii dan sudaasi (الفعل الماضي الخماسي و السداسي )
Misalnya: اسْتَمَعَ - اسْتَخْرَجَ
c. Mashdar Khumaasi dan sudaasi (المصدر الخماسي و السداسي )
Misalnya: اسْتِمَاعٌ - اسْتِخْرَاجٌ
Pada Huruf, hamzah washol terdapat pada satu tempat saja yaitu pada alif-lam ta’rif (ال)

2. Hamzah Qot’i (أ,إ) (همزة القطع)
:Hamzah qot’i ditulis dan dilafadzkan pada
a. seluruh isim kecuali 7 isim yang telah disebutkan di hamzah washol tadi.
b. Seluruh huruf kecuali huruf alif-lam ta’rif (ال) tadi
c. Seluruh fi’il kecuali yang telah berlaku di hamzah washol tadi

3. Penulisan Hamzah di tengah kalimat di atas nabroh ya’ (ئ,ئـ)
Contoh: بِاَفْئِدَتِهِمْ - الوِئَامَ - هَيْئَةُ
Hamzah yang terletak di tengah-tengah kata (الكلمة) ditulis di atas nabroh ya’i jika:
a. Ia berharokat kasroh. contoh: أَفْئِدَة
b. Ia berharokat fathah atau dhommah dan huruf sebelumnya berharokat kasroh. Contoh: الوِئَام - نَاشِئُون
c. Ia berharokat fathah dan huruf sebelumnya adalah ya’ sukun. Contoh: هَيْئِة

4. Penulisan Hamzah di tengah Kalimat diatas wawu (ؤ)
Contoh: أَقْرَؤُهم – لِلْمُؤْمِنِيْنَ - الفُؤَادَ
Hamzah yang terletak di tengah-tengah kata dan ditulis di atas huruf waw (و) jika:
a. Jika berharokat dhommah dan huruf sebelumnya berharokat fathah. Misal: أقْرَؤُهُم
b. Jika berharokat dhommah dan huruf sebelumnya sukun. Misal: مَسْؤُول
c. Jika berharokat sukun dan huruf sebelumnya berharokat dhommah. Misal: المُؤْمِنِيْن
d. Jika berharokat fathah dan huruf sebelumnya berharokat dhommah. Misal: فُؤَادٌ

5. Penulisan Hamzah ditengah kalimat, sendirian (ء)
Hamzah terletak di tengah-tengah kata dan ditulis sendirian jika:
a. Jika ia berharokat fathah dan terletak setelah huruf alif sukun. Misal: يَتَسَاءَلُون
b. Jika ia berharokat fathah dan terletas setelah huruf wawu sukun. Misal: مُرُوْءِةٌ
c. Jika setelahnya alif tanwin-nashob dan huruf sebelumnya bukan huruf ya’ sukun. Misal: امْرَءاً

6. Penulisan Hamzah diakhir Kata
a. Hamzah di akhir kalimat, ditulis di atas alif (ا) jika ia didahului huruf yang berharokat fathah. Misal: قَرَأَ
b. Hamzah di akhir kalimat ditulis diatas huruf ya’ jika didahului huruf yang berharokat kasroh. Misal: شَاطِئ
c. Hamzah di akhir kalimat ditulis di atas huruf waw jika didahului huruf yang berharokat dhommah. Misal: الّتَّكافُؤ
d. Hamzah di akhir kalimat ditulis sendirian jika didahului huruf yang berharokat sukun. Misal: المَرْء, جَزَاء, وُضُوْء, شَيْء



Tuesday, 15 November 2016

Cabang Ilmu Bahasa Arab

Sebelum mempelajari lebih jauh tentang bahasa Arab, ada baiknya kita memahami pengertian cabang ilmu bahasa Arab.
  • Ilmu Nahwu bisa adalah salah satu cabang dari ilmu bahasa Arab yang membahas tentang bagaimana menyusun kalimat yang sesuai dengan kaidah bahasa Arab, baik yang berkaitan dengan letak kata dalam suatu kalimat atau kondisi kata (harakat akhir dan bentuk) dalam suatu kalimat.
  • Ilmu Shorof adalah ilmu yang berkaitan dengan perubahan bentuk kata.  
  • Ilmu Balaghah (keindahan bahasa)
  • Ilmu Ma'ani (memahami teks sesuai konteks)
  • Ilmu 'Arudh (syair dalam bahasa Arab)
Perbedaan Ilmu Nahwu dan Ilmu Shorof:
1. Ilmu nahwu fokus pada bagaimana menyusun kata menjadi sebuah kalimat yang sempurna, meliputi susunan kata dan perubahan bunyi akhir kata dalam kalimat (biasa disebut I'rab). 
2. Ilmu nahwu fokus pada perubahan kata dari satu bentuk ke bentuk yang lain (biasa disebut Tashrif). Sehingga kita bisa mengetahui bentuk kata mana yang sesuai untuk diletakkan dalam suatu kalimat. 

Saat kita membaca Al-Qur'an sering kita jumpai kata yang sama namun memiliki perbedaan bunyi akhir yaitu kadang berharakat dhomah, fatkhah, atau kasrah, ini termasuk pembahasan ilmu nahwu. Berikut ini contoh ilmu nahwu dalam Al-Quran.
a. Surah Al Fatikhah ayat 1, Kata Allaah di ayat ini huruf akhirnya berharakat kasrah
بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَٰنِ الرَّحِيمِ
b. Surah Al Baqoroh ayat 255, dalam ayat ini kata Allaah berharakat dhommah
اللَّهُ لَا إِلَهَ إِلَّا هُوَ الْحَيُّ الْقَيُّومُ
c. Surah Al Baqoroh ayat 153, sedangkan dalam ayat ini berharakat fatkhah

إِنَّ اللَّهَ مَعَ الصَّابِرِينَ


Sumber: 
1. Ilmu Nahwu untuk Pemula, Oleh Abu Razin dan Ummu Razin

Monday, 14 November 2016

Latihan I'rab


1. Tentukanlah apakah kalimat berikut benar atau salah! Jika salah, jelaskan kesalahannya dan berikan kalimat yang benar dan terjemahkanlah

١. عِمْرَانٌ وَعَمْرٌو لَمَّا يَتَعَلَّمْ هَذَا الكِتَابِ رُبْعَهُ

٢. يُتَفَضَّلُ الضُّيُوْفُ لِيَتَنَاوَلُوْا مَائِدَةً

٣. يا بِنْتَ عُثْمَانِ، أَرْجُوْ أَنْ تَدْرُسِيْنَ بِالجِدِّ

٤. لَا يَذْهَبُ الفَلَّاحُوْنَ إلَى مَزْرَعَتِهِمْ يَوْمَ الجُمُعَةِ

٥. لَمْ تَأْكُلِيْ سُعَادُ رُزٌّ بَعْدَ رُجُوْعِهِ مِنَ المُسْتَشْفَى


🗝 Kunci Jawaban 🗝🔑

١. عِمْرَانٌ وَعَمْرٌو لَمَّا يَتَعَلَّمْ هَذَا الكِتَابِ رُبْعَهُ
Artinya: Imran dan Amr belum mempelajari kitab ini seperempatnya
- Kalimat Bahasa Arab ini Salah karena:
عِمْرَانٌ = Isim Ghoiru Munshorif tidak boleh bertanwin ➡ عِمْرَانُ
يَتَعَلَّمْ = Tidak sama jumlah subyeknya ➡ يَتَعَلَّما
الكِتَابِ = Sebagai badal dari maf'ul bih harus manshub ➡ الكِتَابَ
Kalimat yang benar = عِمْرَانُ وَعَمْرٌو لَمَّا يَتَعَلَّمَا هَذَا الكِتَابَ رُبْعَهُ
I'rab:
عِمْرَانُ = Mubtada marfu dhammah
وَ = Huruf athaf mabni fathah
عَمْرٌو = Ma'thuf ke عِمْرَانُ marfu dhammah
لَمَّا = Huruf jazm, mabni, sukun
يَتَعَلَّمَا = Fiil mudhari majzum buang nun, failnya alif tatsniyyah kembali kepada عِمْرَانُ dan عَمْرٌو
(لَمَّا يَتَعَلَّمَا) = Menempati posisi marfu sebagai khabar mubtada
هَذَا = Isim isyarah, mabni, sukun, menempati posisi nashab sebagai maf'ul bih
الكِتَابَ = Badal dari هذا, manshub, fathah
رُبْعَ = Badal dari الكتاب, manshub, fathah, sebagai mudhaf
هُ = Dhamir muttashil, mabni, dhammah, menempati posisi majrur sebagai mudhaf ilaih
٢. يُتَفَضَّلُ الضُّيُوْفُ لِيَتَنَاوَلُوْا مَائِدَةً
Artinya para tamu dipersilahkan untuk makan hidangan
- Kalimat di atas sudah benar
I'rab:
يُتَفَضَّلُ = Fiil mudhari majhul, marfu, dhammah
الضُّيُوْفُ = Naibul fail, marfu, dhammah
لِ = Huruf penashab, mabni, kasrah
يَتَنَاوَلُوْا = Fiil mudhari, manshub, buang nun, failnya و jamaah, mabni, sukun (kembali kepada الضُّيُوْفُ)
مَائِدَةً = Maf'ul bih, manshub, fathah
٣. يا بِنْتَ عُثْمَانِ، أَرْجُوْ أَنْ تَدْرُسِيْنَ بِالجِدِّ
Artinya wahai anak perempuannya Utsman, aku berharap engkau belajar dengan bersungguh-sungguh
- Kalimat Bahasa Arab ini Salah karena:
عُثْمَانِ = Sebagai mudhaf ilaih seharusnya majrur dengan fathah karena Isim Ghoiru Munshorif - عُثْمَانَ
تَدْرُسِيْنَ = seharusnya manshub karena didahului oleh huruf penashab (أَنْ) - تَدْرُسِيْ
Kalimat yang betul = يا بِنْتَ عُثْمَانَ، أَرْجُوْ أَنْ تَدْرُسِيْ بِالجِدِّ
I'rab:
يا = Huruf nida', mabni, sukun
بِنْتَ = Munada, manshub, fathah, sebagai mudhaf
عُثْمَانَ = Mudhaf ilaih, majrur, fathah karena Isim Ghoiru Munshorif
أَرْجُوْ = Fiil mudhari, marfu, dhammah muqaddarah, failnya dhammir mustatir 
أنا
أَنْ = Huruf penashab, mabni, sukun
تَدْرُسِيْ = Fiil mudhari, manshub, buang nun, failnya ي mukhattabah mabni sukun
بِ = Huruf jar mabni kasrah
جِدِّ = Isim majrur kasrah
٤. لَا يَذْهَبُ الفَلَّاحُوْنَ إلَى مَزْرَعَتِهِمْ يَوْمَ الجُمُعَةِ
Artinya = Para petani tidak pergi ke sawah mereka pada hari Jum'at
- Kalimat di atas sudah benar
I'rab:
لَا = Huruf nafi, mabni, sukun
يَذْهَبُ = Fiil mudhari marfu, dhammah
الفَلَّاحُوْنَ = Fail, marfu, wawu
إلَى = Huruf jar, mabni, sukun
مَزْرَعَةِ = Isim majrur, kasrah, mudhaf
هِمْ = Dhammir muttashil, mabni, sukun, sebagai mudhaf ilaih
يَوْمَ = Maf'ul fiih (dzaraf zaman) manshub, fathah, sebagai mudhaf
الجُمُعَةِ = Mudhaf ilaih, majrur, kasrah
٥. لَمْ تَأْكُلِيْ سُعَادُ رُزٌّ بَعْدَ رُجُوْعِهِ مِنَ المُسْتَشْفَى
Artinya = Su'ad tidak makan nasi setelah kepulangannya dari Rumah Sakit
- Kalimat Bahasa Arab ini Salah karena:
تَأْكُلِيْ Fiil seharusnya untuk dhamir ( هي ) karena Su’ad adalah nama perempuan dalam Bahasa Arab - تَأْكُلْ
رُزٌّ Sebagai maf'ul bih seharusnya manshub - رُزًّا
رُجُوْعِهِ Dhamir ه seharusnya ها karena kembali ke سعاد
Kalimat yang betul = لَمْ تَأْكُلْ سُعَادُ رُزًّا بَعْدَ رُجُوْعِهَا مِنَ المُسْتَشْفَى
I'rab:
لَمْ = Huruf jazm, mabni, sukun
تَأْكُلْ = Fiil mudhari majzum, sukun
سُعَادُ = Fail, marfu, dhammah
رُزًّا = Maf'ul bih, manshub, fathah
بَعْدَ = Maf'ul fiih (dzaraf zaman), manshub, fathah, sebagai mudhaf
رُجُوْعِ = Mudhaf ilaih, majrur, kasrah, sebagai mudhaf
هَا = Dhammir muttashil, mabni, sukun, sebagai mudhaf ilaih
مِنَ = Huruf jar, mabni, sukun
المُسْتَشْفَى = Isim majrur, kasrah muqaddarah


Thursday, 20 October 2016

Unsur Penyusun Kalimat Bahasa Arab

Seperti yang kita ketahui, kalimat merupakan susunan dari beberapa kata yang memiliki makna. Dalam Bahasa Indonesia banyak digunakan definisi kata, seperti kata kerja, kata benda, kata sifat, kata sambung, kata hubung, kata tanya, dan sebagainya. Begitupun dengan Bahasa Arab, memiliki banyak istilah kata yang kurang lebih sama dengan Bahasa Indonesia. Hanya saja, dalam Bahasa Arab, seluruh kata yang ada bisa dikelompokkan menjadi 3 kelompok besar, yaitu fi’il (kata kerja), isim (kata benda, kata sifat), dan huruf (kata sambung, kata hubung). 
Umumnya kata benda dan kata sifat termasuk isim. Bukan berarti seluruh kata sifat adalah Isim. Karena ada kata sifat dalam Bahasa Arab yang masuk dalam kelompok kata kerja (fi’il). Umumnya kata sambung dan kata hubung adalah huruf. Namun, tidak sedikit kata sambung atau kata hubung yang termasuk kelompok Isim. Perhatikan contoh kalimat berikut ini:

ذَهَبَ زَيْدٌ إِلَى المَدْرَسَةِ

(Zaid telah pergi ke sekolah)
Kalimat di atas memiliki tiga unsur penyusun:
1. Fi’il (kata kerja)
2. Isim (kata benda)
3. Huruf Arab yang memiliki makna
Untuk contoh kalimat di atas, “ ذَهَبَ‬ ”adalah kata kerja (fi'il), “ ‫زَيْدٌ‬ ”dan “ المَدْرَسَةِ‬ ‫‬ ” adalah kata benda (isim) berupa nama orang dan nama tempat, dan "إِلَى" (ke) adalah huruf. Hanya ketiga unsur ini yang ada pada kalimat Bahasa Arab meskipun setiap unsur ini memiliki jenis dan pembagian yang bermacam-macam.

Sumber: 
1. Ilmu Nahwu untuk Pemula, Oleh Abu Razin dan Ummu Razin