Showing posts with label fi'il فعل. Show all posts
Showing posts with label fi'il فعل. Show all posts

Wednesday, 30 November 2016

Apakah Semua Fi’il Adalah Kata Kerja?

Umumnya fi’il adalah kata kerja sebagaimana contoh-contoh yang telah kami sebutkan. Akan tetapi, tidak semua fi’il adalah kata kerja. Karena, ada juga fi’il yang merupakan kata sifat seperti fi’il-fi’il yang ada pada bab 5 tsulatsy mujarrad. Kaidahnya, semua kata kerja adalah fi’il tetapi tidak semua fi’il adalah kata kerja. Contohnya:
حَسُنَ‬ (telah baik) – يَحْسُنُ (sedang baik)
جَمُلَ‬ (telah bagus) – يَجْمُلُ (sedang bagus)
قَرُبَ‬ (telah dekat) – يَقْرُبُ (Sedang dekat)
بَعُدَ‬ (telah jauh) – يَبْعُدُ (sedang jauh)
كَرُمَ‬ (telah mulia) – يَكْرُمُ (sedang mulia)

Semua fi’il tsulatsy mujarrad bab 5 di atas adalah kata sifat. Namun, karena memiliki makna yang berkaitan dengan waktu (telah dan sedang), maka kata sifat ini juga termasuk fi’il.Karena, definisi fi’il adalah:

كَلِمَةٌ ذَلَّتْ عَلَى مَعْنًى فِيْ نَفْسِهَا وَاقْتَرَنَتْ بِزَمَنٍ

“Kata yang mengandung sebuah makna yang ada pada dirinya dan berkaitan dengan waktu”(Lihat penjelasannya dalam Syarah Mukhtashar Jiddan oleh Syaikh Ahmad Zaini Dahlan)
Artinya, definisi fi’il dikaitkan dengan kata yang mengandung makna waktu (telah, sedang, dan akan datang). Oleh karena itu meskipun fi’il-fi’il bab 5 memiliki makna kata sifat, namun karena maknanya mengandung keterangan waktu, maka termasuk fi’il.

Tuesday, 22 November 2016

Fi'il فعل

Fi’il umumnya dikenal dalam bahasa Indonesia sebagai kata kerja seperti كَتَبَ (telah menulis) dan عَلِمَ (telah mengetahui). Dalam Bahasa Arab, kata kerja ada 3 jenis :
1. Fi’il Madhi (الفِعْلُ المَاضِ)
 Fi’il madhi adalah kata kerja untuk masa lampau yang memiliki arti telah melakukan sesuatu. Contohnya: ‫ كَتَبَ (telah menulis) dan عَلِمَ (telah mengetahui) 

2. Fi’il Mudhari’ (الفِعْلُ المُضَارِعُ) 
 Fi’il mudhari’ adalah kata kerja yang memiliki arti sedang atau akan melakukan. Contohnya: ‫يَكْتُبُ (sedang menulis) atau ‫يَعْلَمُ (sedang mengetahui)

3. Fi’il Amar (الفِعْلُ اﻷَمْرِ)
Fi’il amar adalah kata kerja untuk perintah. Contohnya: اُكْتُبْ (tulislah!) atauاِعْلَمْ (ketahuilah!).

Pembagian fi’il menjadi seperti ini lebih mirip tata bahasa inggris yang mengenal istilah past tense (masa lampau) dan present continous tense (sedang berlangsung). Harus diakui tata Bahasa Arab lebih sesuai dengan tata bahasa Inggris ketimbang bahasa Indonesia. Berikut ini tabel contoh ketiga jenis fi’il untuk berbagai kata kerja:

tabel contoh ketiga jenis fi’il untuk berbagai kata kerja

Thursday, 20 October 2016

Unsur Penyusun Kalimat Bahasa Arab

Seperti yang kita ketahui, kalimat merupakan susunan dari beberapa kata yang memiliki makna. Dalam Bahasa Indonesia banyak digunakan definisi kata, seperti kata kerja, kata benda, kata sifat, kata sambung, kata hubung, kata tanya, dan sebagainya. Begitupun dengan Bahasa Arab, memiliki banyak istilah kata yang kurang lebih sama dengan Bahasa Indonesia. Hanya saja, dalam Bahasa Arab, seluruh kata yang ada bisa dikelompokkan menjadi 3 kelompok besar, yaitu fi’il (kata kerja), isim (kata benda, kata sifat), dan huruf (kata sambung, kata hubung). 
Umumnya kata benda dan kata sifat termasuk isim. Bukan berarti seluruh kata sifat adalah Isim. Karena ada kata sifat dalam Bahasa Arab yang masuk dalam kelompok kata kerja (fi’il). Umumnya kata sambung dan kata hubung adalah huruf. Namun, tidak sedikit kata sambung atau kata hubung yang termasuk kelompok Isim. Perhatikan contoh kalimat berikut ini:

ذَهَبَ زَيْدٌ إِلَى المَدْرَسَةِ

(Zaid telah pergi ke sekolah)
Kalimat di atas memiliki tiga unsur penyusun:
1. Fi’il (kata kerja)
2. Isim (kata benda)
3. Huruf Arab yang memiliki makna
Untuk contoh kalimat di atas, “ ذَهَبَ‬ ”adalah kata kerja (fi'il), “ ‫زَيْدٌ‬ ”dan “ المَدْرَسَةِ‬ ‫‬ ” adalah kata benda (isim) berupa nama orang dan nama tempat, dan "إِلَى" (ke) adalah huruf. Hanya ketiga unsur ini yang ada pada kalimat Bahasa Arab meskipun setiap unsur ini memiliki jenis dan pembagian yang bermacam-macam.

Sumber: 
1. Ilmu Nahwu untuk Pemula, Oleh Abu Razin dan Ummu Razin